Langsung ke konten utama

Temperatur di Rusia - 62 C, sehingga bulu mata membeku

Karena sangat dingin bulu mata wanita ini membeku

Kalau kita kebetulan berkunjung ke Amerika atau Eropa mungkin kita merasa udaranya sangat dingin. Tapi pernahkah kita  membayangkan apa yang dirasakan penduduk desa Oymyakon di Rusia.

Pengukuran dengan termometer menunjukkan bahwa temperatur di sana turun sekali, mencapai -62C, cukup dingin untuk membekukan bulu mata orang. 

Stasiun cuaca yang resmi di 'Kutub Dingin' mencatat minus 59 C, tapi penduduk setempat mengemukakan bahwa berdasarkan pengukuran mereka, sangat dingin hingga mencapai -67C kurang 1C dari temperatur terendah untuk dapat dihuni secara permanen di seluruh dunia. Angka ini pernah dicapai di desa ini pada tahun 1933.

Namun dinginnya udara yang sedemikian, tidak menghalangi sekelompok wisatawan dari China yang mengunjungi Oymyakon lalu dengan hanya memakai baju dalam bersemburan air di kolam misterius yang bersumber pada mata air yang tidak pernah membeku di desa tersebut.

Wartawan setempat Elena Pototskaya menjadi kagum terhadap mereka sehingga menulis: "Hari ini di Kutub Dingin Oymyakon, dalam hembusan suhu -65 derajat, turis China berenang di mata air yang tidak membeku Yeyemu."

Ini tidak membeku bahkan dalam cuaca yang sangat dingin. 'Mengerikan- kami penduduk setempat tidak berani pergi ke luar jika sangat dingin. Tapi di sini...para turis berenang...' 

Sementara itu, seorang gadis setempat memperlihatkan maskara alamiah yang terbentuk karena dingin yang ekstrim.

Termometer digital yang dipasang tahun yang lalu untuk mempromosikan Oymyakon pecah, karena tidak tahan dingin yang sedemikian.

Tapi di tempat lain kehidupan berjalan seperti biasa di Siberia yang bagaikan lemari pendingin.

Pada tahun 1933 tempratur di Oymyakon mencapai minus 67.7 yang dianggap sebagai yang terdingin di belahan bumi Utara. Memang di Antartika pernah dicatat temperatur yang lebih dingin, tapi di sana tidak ada tempat yang didiami secara permanen.
http://metro.co.uk/2018/01/16/cold-russia-peoples-eyelashes-freezing-62c-7232410/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

SOUTH KOREA: DIPLOMATIC ROW WITH RUSSIA IN DANGER OF ESCALATING

Saya kenal dengan spy (KGB) yang mengebohkan ini. Ketika saya berselancar di internet perhatian saya tertarik pada berita di Tribune News Services tanggal 12 Juli 1998. Judulnya " Russian Diplomat accussed of spying leaves for home ". Ditulis bahwa seorang diplomat Rusia,    Abramkin dinyatakan sebagai orang yang tidak dikehendaki atau ' persona non grata ' oleh pemerintah Korea Selatan. Dia diberi waktu 3 hari untuk meninggalkan Korsel. Oleg dituduh "melakukan kegiatan yang bertentangan dengan statusnya sebagai diplomat", yang dalam dunia diplomatik merupakan penghalusan dari kegiatan mata-mata. Dalam hati, saya bertanya apakah dia Oleg Abramkin yang saya kenal. Sayapun menelusuri link yang terkait. Ternyata ada videonya di YouTube, ( AP archieve).  Astaga  saya mengenali wajah ini walaupun 20 tahun lebih tua. Pada tahun 1977 sampai 1981 saya ditempatkan sebagai diplomat di KBRI Pyongyang. Pada waktu yang hampir bersamaan, Oleg Abramkin bertugas di Kanto...

Bayi yang mempunyai 2 muka 1 tubuh 2 tangan dan 2 kaki

Gilang Andika dari Batam yang mempunyai dua wajah ini merupakan kembar siam yang tidak berkembang dengan baik di rahim ibunya. Umurnya sekarang dua bulan dan sedang berjuang untuk dapat bertahan hidup karena kondisi otaknya yang gawat yang menyebabkan bertumpuknya cairan. Orangtuanya, Ernilasari dan Mustafa dengan sangat ingin mendapatkan bantuan untuk menyelamatkan nyawa anak mereka karena dokter-dokter setempat menyatakan tidak mampu untuk mengoperasinya. Meskipun dia hanya memiliki satu tubuh dengan dua tangan dan dua kaki, secara teknis Gilang adalah kembar siam, kondisi ini terjadi satu dari setiap 250.000 kelahiran. Di kepalanya dia memiliki wajah dan otak dari seorang saudara kandung yang tidak mengembangkan tubuhnya sendiri di dalam rahim, karena telur ibunya tidak benar-benar terbelah menjadi dua selama kehamilan. Dia tidak bisa disusui, oleh karena itu sekarang ini dia mendapatkan susu melalui tabung. Dia juga berada dalam kondisi yang disebut hydrocephalus yang ...