Langsung ke konten utama

Penumpang yang membuka pintu darurat Ryanair FR 8164 ternyata gelandangan

Masih ingatkah ceritera mengenai orang Polandia yang bernama Romuald Graczyk yang mencoba meninggalkan pesawat dengan jalan membuka pintu darurat. Kelihatannya tidak mungkin baginya untuk membayar denda sebesar sekitar Rp 750.000.000,-

Menurut polisi Spanyol hari Rabu yang lalu, ternyata dia tidak mempunyai kediaman yang tetap. Tempat tinggalnya  yang terakhir adalah hostel untuk para gelandangan. Kepada polisi dia memberikan alamat sebuah hostel di Malaga yang dijalankan oleh badan amal Katolik, Caritas. Namun kemudian didapati, bahwa sejak setahun yang lalu  orang ini  sudah tidak tinggal di sana.

Dia bahkan tidak meninggalkan nomer telpon. Dengan demikian polisi akan mendapat kesukaran untuk menghubunginya  untuk memberitahukan denda yang dijatuhkan terhadapnya.

Ada ungkapan biar miskin asal sombong. Rupanya dia baru saja melewatkan libur Natal di Inggris. Dia menggunakan perusahaan penerbangan yang tarifnya murah, Ryanair. Tapi kelihatannya
dia tidak siap dengan konsekwensinya, yaitu seringnya penundaan.

Alasannya mau keluar pesawat dari pintu darurat. "Kami sudah satu jam terlambat ketika meninggalkan Stansted dan dibiarkan menunggu di dalam pesawat setengah jam lagi ketika mendarat di Malaga".

Polisi Spanyol tidak menahan pria ini, karena tidak adanya kerusakan dan tidak ada orang dibahayakan olehnya.
http://www.telegraph.co.uk/news/2018/01/03/passenger-left-ryanair-flight-emergency-door-homeless-unlikely/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Sayang harta perempuan ini nekad masuk rontgen

Kejadiannya di stasion kereta api Dongguan di China Selatan. Wanita ini mungkin mudik dalam rangka Imlek dan membawa banyak uang tunai di tasnya. Tasnya harus diperiksa dengan X-ray mamun dia tidak percaya pada petugas dan tidak mau membiarkan tasnya  diletakkan di ban berjalan tanpa terkawal. Maka dengan nekat dia naik di ban berjalan untuk melindungi hartanya  walaupun sudah diperingatkan oleh petugas bahwa radiasi  sinar rontgen tinggi. Cuplikan dari kamera sekuriti memperlihatkan wanita tersebut meletakkan barang-barangnya di ban berjalan lalui naik dan merangkak di belakang barang-barang tersebut. Petugas di stasiun hanya mentertawakan wanita ini karena dianggap aneh, dan meneruskan tugas mereka. UPI

Bayi yang mempunyai 2 muka 1 tubuh 2 tangan dan 2 kaki

Gilang Andika dari Batam yang mempunyai dua wajah ini merupakan kembar siam yang tidak berkembang dengan baik di rahim ibunya. Umurnya sekarang dua bulan dan sedang berjuang untuk dapat bertahan hidup karena kondisi otaknya yang gawat yang menyebabkan bertumpuknya cairan. Orangtuanya, Ernilasari dan Mustafa dengan sangat ingin mendapatkan bantuan untuk menyelamatkan nyawa anak mereka karena dokter-dokter setempat menyatakan tidak mampu untuk mengoperasinya. Meskipun dia hanya memiliki satu tubuh dengan dua tangan dan dua kaki, secara teknis Gilang adalah kembar siam, kondisi ini terjadi satu dari setiap 250.000 kelahiran. Di kepalanya dia memiliki wajah dan otak dari seorang saudara kandung yang tidak mengembangkan tubuhnya sendiri di dalam rahim, karena telur ibunya tidak benar-benar terbelah menjadi dua selama kehamilan. Dia tidak bisa disusui, oleh karena itu sekarang ini dia mendapatkan susu melalui tabung. Dia juga berada dalam kondisi yang disebut hydrocephalus yang ...