Langsung ke konten utama

Tagihan telpon seekor bangau 38 juta rupiah


Menurut Radio Polandia, tahun yang lalu lembaga lingkungan EcoLogic memasang alat pelacak GPS di punggung seekor bangau putih untuk melacak perilaku migrasi burung-burung. Burung ini kemudian terbang sejauh  kira-kira 6000 kilometer.

Sebelum lembaga tersebut kehilangan kontak, terlacak bahwa burung yang dipasangi GPS ini berada di Lembah Nil Biru di Sudan. Kemudian ternyata ada orang yang menemukan alat pelacak milik EcoLogic. Si penemu kemudian mengeluarkan  kartu SIM  dari alat pelacak ini dan memasang di telpon genggamnya.

Ternyata kemudian dia melakukan panggilan telpon selama 20 jam atas biaya lembaga EcoLogic. Jumlah tagihan ponsel yang harus dibayar adalah sebesar 10.000 zloty sekitar 38 juta rupiah.

Pemasangan mikro-GPS pada bangau adalah dalam rangka riset lingkungan dan konservasi mengenai migrasi burung-burung. Dengan cara ini peneliti dapat mengamati kebiasaan burung-burung itu, perilaku sosial mereka dan kemungkinan ancaman yang dihadapi.

Migrasi burung merujuk kepada perjalanan musiman yang dilakukan oleh banyak species burung. Banyak burung melakukan perjalanan panjang dengan terbang.

Pola yang paling umum adalah terbang ke Utara untuk berkembang biak di Artik pada musim panas. Memasuki musim dingin di belahan bumi bagian Utara sejumlah burung memulai ritual tahunan mereka untuk mencari kehangatan dengan terbang menuju kawasan Selatan.

BBC Indonesia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Perjanjian Perdamaian Antar Dua Korea hanya bersifat kosmetika?

Dikabarkan bahwa dunia menyambut baik kesepakatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Tentu banyak yang akan gembira jika benar yang dikatakan CNN kedua negara yang bermusuhan ini berniat menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Tapi dalam dokumen yang ditandatangani kedua pemimpin ini tak ada frasa  menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Dokumen tersebut berjudul  " Panmunjeom Declaration for Peace, Prosperity and Unification of the Korean Peninsula" , Terkait perjanjian perdamaian hanya dinyatakan bahwa  'dalam tahun ini yang ditandai ulang tahun ke-65 genjatan senjata, Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif mengadakan pertemuan segitiga yang melibatkan dua Korea dan Amerika Serikat atau pertemuan segiempat yang melibatkan dua Korea, Amerika dan China dengan maksud menyatakan diakhirinya perang dan mengubah genjatan senjata menjadi perjanjian perdamaian...dst. Bagaimana mungkin perjanjian pe...

Sayang harta perempuan ini nekad masuk rontgen

Kejadiannya di stasion kereta api Dongguan di China Selatan. Wanita ini mungkin mudik dalam rangka Imlek dan membawa banyak uang tunai di tasnya. Tasnya harus diperiksa dengan X-ray mamun dia tidak percaya pada petugas dan tidak mau membiarkan tasnya  diletakkan di ban berjalan tanpa terkawal. Maka dengan nekat dia naik di ban berjalan untuk melindungi hartanya  walaupun sudah diperingatkan oleh petugas bahwa radiasi  sinar rontgen tinggi. Cuplikan dari kamera sekuriti memperlihatkan wanita tersebut meletakkan barang-barangnya di ban berjalan lalui naik dan merangkak di belakang barang-barang tersebut. Petugas di stasiun hanya mentertawakan wanita ini karena dianggap aneh, dan meneruskan tugas mereka. UPI