Langsung ke konten utama

Penembakan di kantor pusat YouTube



Berapa orang yang cedera?

Sekurang-kurangnya empat orang. Menurut kepala kepolisian San Bruno, Ed Barberini, ada empat orang yang tertembak, seorang korban di dekat bagian depan bangunan, tersangka penembak (sudah tewas) dan dua orang lainnya. Tiga korban penembakan yang masih hidup dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Demikian juga seorang lainnya yang mengalami cedera di lutut ketika melarikan diri dari tempat kejadian.

Rumah sakit menyatakan ada lelaki berusia 36 tahun dalam keadaan kritis, perempuan berusia 32 tahun dalam kondisi serius dan seorang perempuan berusia 27 tahun yang sudah dalam keadaan lumayan baik.


Mengenai si penembak

Menurut polisi yang melakukan penembakan adalah seorang wanita yang bernama Nasim Najafi Aghdam, umur 39 tahun, dari San Diego. Menurut dua polisi, si penembak kenal dengan sekurang-kurangnya seorang korban. Laporan stasiun televisi CBS menyebutkan salah seorang dari tiga korban cedera diyakini sebagai kekasih tersangka pelaku penembakan. Pria berusia 36 tahun itu kini berada dalam kondisi kritis.

Dari 28 penyerangan massal dalam tahun 2017 semuanya dilakukan oleh laki-laki. Jadi penyerangan kemarin ini merupakan penyimpangan karena dilakukan oleh wanita.

Wanita ini ditemukan di tempat kejadian  dan diduga bunuh diri dengan menggunakan pistol. Kepada Washington Post abangnya mengemukakan bahwa keluarga mereka pindah dari Iran ke Amerika Serikat tahun 1966 untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Sampai saat ini Aghdam memperoleh nafkah melalui iklan komersial dan posting di YouTube di mana dia mempunyai ribuan pengikut melalui beberapa saluran bahasa Inggris dan Farsi. 

Dia mengeluh kepada keluarganya bahwa YouTube 'menghancurkan hidupnya' dengan menghentikan iklan yang menggiurkan di berbagai salurannya karena kuatir atas kontennya.


Di mana penembakan ini terjadi?

Penembakan ini terjadi di kantor pusat YouTube di San Bruno California.
 CNN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Sayang harta perempuan ini nekad masuk rontgen

Kejadiannya di stasion kereta api Dongguan di China Selatan. Wanita ini mungkin mudik dalam rangka Imlek dan membawa banyak uang tunai di tasnya. Tasnya harus diperiksa dengan X-ray mamun dia tidak percaya pada petugas dan tidak mau membiarkan tasnya  diletakkan di ban berjalan tanpa terkawal. Maka dengan nekat dia naik di ban berjalan untuk melindungi hartanya  walaupun sudah diperingatkan oleh petugas bahwa radiasi  sinar rontgen tinggi. Cuplikan dari kamera sekuriti memperlihatkan wanita tersebut meletakkan barang-barangnya di ban berjalan lalui naik dan merangkak di belakang barang-barang tersebut. Petugas di stasiun hanya mentertawakan wanita ini karena dianggap aneh, dan meneruskan tugas mereka. UPI

Jutaan nomer seluler prabayar yang didaftarkan dengan 1 NIK sudah diblokir

Satu NIK diketahui digunakan untuk registrasi 2 juta nomer Kementerian  Komunikasi dan Informasi  (Kemenkominfo) mengaku telah memblokir jutaan nomer telpon selular yang melakukan pendaftaran dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK) tunggal. Padahal menurut ketentuan  untuk registrasi nomor prabayar secara mandiri hanya dibatasi paling banyak untuk tiga nomor saja.  Dengan demikian satu NIK dipakai untuk registrasi jutaan nomer terntu saja menimbulkan kecurigaan. Oleh kerena itu Kemenkominfo telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana. Sejauh ini ada 63 juta nomer yang didaftarkan dengan cara yang menympang dari aturan telah diblokir. Proses pembersihan semuanya oleh operator sampai bulan Mei, kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika usai denga pendapat dengan DPR kemarin. Kalau batas waktu ini tidak dipatuhi Kemenkominfo siap menjatuhkan sanksi administrasi. Keganjilan registras...