Langsung ke konten utama

Tega banget, swafoto dengan latar belakang kecelakaan


Seorang wantita Kanada tertabrak kerata api di stasiun Piacenza di Italia bagian Utara. Segera para petugas berdatangan dan sibuk melakukan pertolongan terhadap korban yang ternyata kakinya perlu diamputasi. 

Seseorang yang memakai kaos  dan celana pendek putih dengan tenangnya mengeluarkan kamera untuk mengabadikan kejadian yang mengerikan ini. Dia mengangambil foto dirinya yang tampaknya membuat tanda V dengan dua jari berlatar belakang kecelakaan tersebut. 

Apakah dia akan membual kepada teman-temannya bahwa dia ada di tempat kejadian dan foto tersebut adalah buktinya? Tanpa disadarinya seorang wartawan lokal memfoto kelakuan tengik ini dan memasukkannya di Facebook dengan komentar "apakah kita  sama sekali sudah kehilangan naluri etika kita?"

Para pengguna media sosial membantai orang yang terlihat dalam gambar yang tidak diketahui namanya. Ada yang menulis: "Perempuan ini baru ditabrak kereta api di Piacenza. Dia akan kehilangan satu kakinya dan orang dungu ini mengambil swafoto". 

Yang lainnya mengatakan: "Kita kehilangan harapan mengenai kemanusiaan jika kita melihat seseorang mengambil swafoto yang memalukan dengan wanita yang ditabrak kereta api sehingga akan kehilangan satu kakinya".

Entah semata-mata karena menjalankan tugas atau juga disertai rasa muak seorang polisi mendatangi lelaki ini untuk menghentikan aksinya dan memerintahkan untuk menghapus foto tersebut dari ponselnya.

Daily Mail


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Perjanjian Perdamaian Antar Dua Korea hanya bersifat kosmetika?

Dikabarkan bahwa dunia menyambut baik kesepakatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Tentu banyak yang akan gembira jika benar yang dikatakan CNN kedua negara yang bermusuhan ini berniat menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Tapi dalam dokumen yang ditandatangani kedua pemimpin ini tak ada frasa  menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Dokumen tersebut berjudul  " Panmunjeom Declaration for Peace, Prosperity and Unification of the Korean Peninsula" , Terkait perjanjian perdamaian hanya dinyatakan bahwa  'dalam tahun ini yang ditandai ulang tahun ke-65 genjatan senjata, Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif mengadakan pertemuan segitiga yang melibatkan dua Korea dan Amerika Serikat atau pertemuan segiempat yang melibatkan dua Korea, Amerika dan China dengan maksud menyatakan diakhirinya perang dan mengubah genjatan senjata menjadi perjanjian perdamaian...dst. Bagaimana mungkin perjanjian pe...

Nazaruddin mengaku mempunyai bukti mengenai korupsi Fahri Hamzah

Muhammad Nazaruddin mengaku mempunyai bukti mengenai korupsi Fahri Hamzah saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Nazaruddin mengemukakan akan segera menyerahkan berkas-berkas terkait  dugaan korusi tersebut ke KPK untuk diproses. Hal tersebut dikemukakan Nazaruddin setelah besaksi di sidang pengadilan tindak pidana korupsi hari ini. Mantan anggota Badan Anggaran DPR ini mengaku bahwa bukti yang dipegangnya sudah cukup untuk menarik Fahri Hamzah sebagai terdakwa di pengadilan. Namun Nazaruddin enggan menguraikan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi Fahri Hamzah, yaitu terkait dengan proyek apa. "Insya Allah bukti yang diserahkan ini cukup membuat Fahri Hamzah menjadi tersangka. Datanya akan saya serahkan dengan jelas. Posisi dia sebagai Wakil Ketua Komisi III, di mana saya menyerahkan uangnya, berapa angkanya, dia menerima yang beberapa kali. Nanti saya sampaikan ke KPK", katanya. TribunNews