Langsung ke konten utama

Gadis 9 tahun sangat kecanduan game Fortnight sehingga sengaja ngompol agar permainan tidak terputus

Seorang gadis dirawat secara intensif karena kecanduan game

Seorang gadis berumur 9 tahun direhabilitasi krena sangat kecanduan permainan komputer, dia sengaja ngompol agar dapat terus bermain.

Ibunya, Carol (30), mengatakan bahwa bulan Januari yang lalu dia dan suaminya, Richard, membelikan anak ini sebuah Xbox, dan dia mengunduh Fortnite. 

Bulan Maret lalu mereka dihubungi oleh kepala sekolah yang melaporkan bahwa nilai-nilai  anak ini di sekolah  jatuh dan dia sering tertidur di kelas. Anak yang tadinya suka olahraga menyatakan dia sangat kelelahan sehingga tidak dapat mengikuti pelajaran olahraga dan balet.

Carol kemudian mendapati bahwa kartu kredit mereka dibebani pembayaran bulanan sebesar USD 50 kepada Microsoft. Ketika ditanyai si anak mengemukakan bahwa pengeluaran ekstra itu adalah pembayaran untuk Fortnite. Orangtua yang marah menyita Xbox tersebut namun  si anak malah memukul wajah ayahnya.

Carol dan Richard baru benar-benar menyadari keadaan sudah sangat buruk ketika mendapati gadis kecil ini duduk di atas air seninya sendiri di hadapan komputer.

Kepada the Mirror Carol menceritakan bahwa suatu malam Richard mendapati anaknya duduk bermain game dengan bantalan kursi yang basah kuyup dengan air seni. Dia begitu terpikat pada permainan sehingga enggan untuk pergi ke toilet.

Orangtua yang terkejut ini meminta si anak untuk menceritakan apa yang terjadi. Sambil mmennangis anak ini bercerita bahwa dua bulan terakhir dia menunggu orangtuanya tidur l bermain game kadang-kadang sampai jam 5 pagi. Kemudian mereka menghubungi ahli kecanduan Steve Pope yang setuju untuk merawat si anak dengan psikoterapi.

Menurut Steve dalam dua bulan terakhir dia telah dihubungi oleh puluhan orangtua yang anaknya di antaranya berumur delapan tahun yang kecanduan Fortnite. 

Menurut Steve pemain-pemain bola yang merayakan gol dengan tarian dari Fortnite merupakan iklan bagi anak-anak. Dukungan selebriti terkenal juga semakin memperluas pecandu permainan ini. Sejak diluncurkan bulan Juli yang lalu Fortnite, permainan penembak yang bertahan hidup,  telah diunduh sebanyak 40 juta kali.

Pemain game profesional memperoleh hingga Rp 9,3 miliar per bulan dari live-streaming yang penontonnya termasuk anak-anak. Jadi pembayaran USD 50 per bulan dari kartu kredit orang tua gadis 9 tahun ini kemungkinan adalah untuk menonton live-streaming agar dia mahir memainkan game ini. Mengunduh Fortnite itu sendiri adalah gratis.

Menurut para akhli permainan ini merupakan pintu gerbang menuju kecanduan dan perjudian. Menteri Kebudayaan Inggris Matt Hancock memperingatkan bahwa permainan online adiktif seperti Fortnite mempunyai dampak merusak bagi anak-anak.

Setelah perawatan yang intensif gadis 9 tahun ini kembali kembali ke jalur olahraga dan sekolahnya.
Ada 100 penembak yang saling menembak dan hanya 1 yang selamat







Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

SOUTH KOREA: DIPLOMATIC ROW WITH RUSSIA IN DANGER OF ESCALATING

Saya kenal dengan spy (KGB) yang mengebohkan ini. Ketika saya berselancar di internet perhatian saya tertarik pada berita di Tribune News Services tanggal 12 Juli 1998. Judulnya " Russian Diplomat accussed of spying leaves for home ". Ditulis bahwa seorang diplomat Rusia,    Abramkin dinyatakan sebagai orang yang tidak dikehendaki atau ' persona non grata ' oleh pemerintah Korea Selatan. Dia diberi waktu 3 hari untuk meninggalkan Korsel. Oleg dituduh "melakukan kegiatan yang bertentangan dengan statusnya sebagai diplomat", yang dalam dunia diplomatik merupakan penghalusan dari kegiatan mata-mata. Dalam hati, saya bertanya apakah dia Oleg Abramkin yang saya kenal. Sayapun menelusuri link yang terkait. Ternyata ada videonya di YouTube, ( AP archieve).  Astaga  saya mengenali wajah ini walaupun 20 tahun lebih tua. Pada tahun 1977 sampai 1981 saya ditempatkan sebagai diplomat di KBRI Pyongyang. Pada waktu yang hampir bersamaan, Oleg Abramkin bertugas di Kanto...
SMARTPHONE-KU TELAH MEMATA-MATAI AKU Film “The Great Hack” dimulai dengan pertanyaan seorang profesor kepada para mahasiswanya: “Who has seen an advertisement that has convinced you that your microphone is listening to your conversation?” (Siapa yang   ketika melihat suatu iklan menjadi yakin bahwa mikroponmu telah menguping pembicaraanmu). Seluruh kelas tertawa dan sejumlah mahasiswa mengangkat tangannya.  Profesor tersebut ikut tertawa dan kemudian berkata: Kelihatannya memang demikian,   tetapi yang juga penting perilakumu telah diprediksi secara tepat. Jadi iklan yang kelihatannya sangat tepat mestinya telah mengupingi kita. Ini   merupakan bukti bahwa kegiatan mengincar sasaran telah berhasil sehingga perilaku kita dapat diprediksi. Pengalaman pribadi Belakangan ini saya merasa gatal di punggung. Mulanya saya tidak menganggap serius rasa gatal ini. Paling-paling disebabkan cendawan pikirku dan mencoba mengobatinya dengan menggunakan alcohol swa...