Langsung ke konten utama

Yang terjdi di Lombok kemarin adalah Gempa Utama artinya...


Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter kembali mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa pada Minggu malam 5 Agustus pukul 19:46 WITA. Menurut laporan sampai Senin siang jumlah yang meninggal dunia akibat gempa tersebut sebanyak 91 orang. Banyak korban mengalami luka di kepala dan patah tulang karena tertimpa runtuhan.

Pusat gempa terletak di 8.3 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 km. Hingga dini hari masih terjadi lebih dari 100 kali gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar.

Akibat gempa tersebut terjadi tsunami setinggi 9 - 13 cm di beberapa titik  di antaranya di Pulau Lembar, Teluk Nara , Pantai Ampenan dan di beberapa kawasan pantai lainnya. Badan Meteorogi dan Geofisika menyatakan peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa bumi telah berakhir hari Minggu pukul 21:25 WITA.

Saat ini petugas gabungan mencoba  mengevakuasi para korban terutama para korban yang berada di rumah sakit. Padamnya listrik dan gempa susulan yang mengakibatkan kemacetan jalan menimbulkan kesulitan  pada usaha evakuasi.Tim SAR gabungan pagi ini juga akan mengevakuasi 1000 wisatawan dari 3 gili (pulau kecil)di Lombok.  Penduduk dan turis di 3 gili tersebut belum dapat dievakuasi sejak kemarin. 

Gempa ini tidak hanya berdampak di Lombok saja tapi juga Kabupaten Sumbawa Barat ikut terkena dampaknya. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah terdapat 4 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Satu di antaranya rusak berat.
Rumah di Sumbawa yang terkena dampak
Gempa Utama

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa gempa di Pulau Lombok yang terjadi pada  tanggal 29 Juli yang berkekuatan 6,4 SR merupakan gempa pendahuluan. 

Gempa hari ini disimpulkan sebagai gempa utama yang mencapai magnitudo 7. Ini kekuatan yang tinggi katanya kepada BBC

Dengan demikian menurut dia gempa yang lebih besar lagi tidak akan terjadi sebab sebagian energi yang tersimpan sudah terlepas melalui gempa yang pertama dan gempa hari ini (5 Agustus).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Sayang harta perempuan ini nekad masuk rontgen

Kejadiannya di stasion kereta api Dongguan di China Selatan. Wanita ini mungkin mudik dalam rangka Imlek dan membawa banyak uang tunai di tasnya. Tasnya harus diperiksa dengan X-ray mamun dia tidak percaya pada petugas dan tidak mau membiarkan tasnya  diletakkan di ban berjalan tanpa terkawal. Maka dengan nekat dia naik di ban berjalan untuk melindungi hartanya  walaupun sudah diperingatkan oleh petugas bahwa radiasi  sinar rontgen tinggi. Cuplikan dari kamera sekuriti memperlihatkan wanita tersebut meletakkan barang-barangnya di ban berjalan lalui naik dan merangkak di belakang barang-barang tersebut. Petugas di stasiun hanya mentertawakan wanita ini karena dianggap aneh, dan meneruskan tugas mereka. UPI

Jutaan nomer seluler prabayar yang didaftarkan dengan 1 NIK sudah diblokir

Satu NIK diketahui digunakan untuk registrasi 2 juta nomer Kementerian  Komunikasi dan Informasi  (Kemenkominfo) mengaku telah memblokir jutaan nomer telpon selular yang melakukan pendaftaran dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK) tunggal. Padahal menurut ketentuan  untuk registrasi nomor prabayar secara mandiri hanya dibatasi paling banyak untuk tiga nomor saja.  Dengan demikian satu NIK dipakai untuk registrasi jutaan nomer terntu saja menimbulkan kecurigaan. Oleh kerena itu Kemenkominfo telah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana. Sejauh ini ada 63 juta nomer yang didaftarkan dengan cara yang menympang dari aturan telah diblokir. Proses pembersihan semuanya oleh operator sampai bulan Mei, kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika usai denga pendapat dengan DPR kemarin. Kalau batas waktu ini tidak dipatuhi Kemenkominfo siap menjatuhkan sanksi administrasi. Keganjilan registras...