Langsung ke konten utama

Kembali dari kematian



Seseorang di Thailand telah mengejutkan keluarganya ketika pulang ke rumah padahal 6 bulan sebelumnya dia  dinyatakan mati dan dikremasi.
Kepada televisi setempat dia mengatakan  bingung dan lemas ketika ibunya bertanya: "Kamu kan sudah mati kok kamu berada di sini?"

Orang yang bernama Sakorn Sachiwa ini menjelaskan bahwa dia pulang ke rumah setelah hampir 2 tahun bekerja di daerah lain negeri tersebut. Sekarang dia sedang berusaha untuk memperoleh kembali identitasnya.

Sakorn yang berasal dari propinsi Sisaket Timur dianggap sudah mati setelah polisi menemukan kartu penduduknya pada sesosok mayat. Bulan Mei yang lalu keluarganya diminta untuk datang ke Bangkok guna menjemput jenasahnya. Mereka tidak yakin mengenai identitas mayat tersebut karena semua giginya utuh sedangkan gigi depan Sakorn sudah tanggal. Tanpa sepengetahuannya upacara resmi telah telah diadakan sehubungan dengan kematiannya.

Dia mengatakan bahwa kartu penduduknya hilang dan tidak pernah berhubungan dengan keluarganya sejak kepergiannya 2 tahun yang lalu. Menurut kepala daerah Sisaket proses pengembalian identitasnya akan memakan waktu beberapa minggu.

Konon kabarnya keluarga Sakorn menanyakan kepada para tua-tua di desa apakah orang ini benar-benar Sakorn.

Pihak kepolisian mengemukakan akan melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas mayat yang dulu dikremasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDAH PADA WAKTUNYA Pada saat terjadi gangguan listrik kemarin malam,  saya dan anak saya yang kebetulan berada di rumah memutuskan untuk makan di luar. Karena pesan taksi online gagal terus, kami putuskan naik angkot saja. Dari Ulujami ada dua jurusan yang dapat di pilih yaitu yang menuju Kebayoran/Kebayoran Lama atau ke Bintaro atau Ceger. Karena di pinggir jalan gelap sekali kami sepakat angkot yang duluan datang akan kami naiki.  Tak lama kemudian angkot yang kami kira jurusan Bintaro sudah berhenti di depan kami. Di tengah jalan kami bertanya kepada supir apakah nanti akan melewati Bintaro Plasa. Ternyata kami salah naik, namun supir mengatakan nanti di pertigaan...(saya lupa) pindah saja ke angkot F 10 yang memang melalui Plasa tersebut. Dipertigaan yang dimaksud kami diturunkan. Di seberang kami melihat bangunan luas yang terang benderang seperti mall. Saya berpikir  di sini sajalah kami makan. Dengan hati-hati kami menyeberangi jalan dan s...

Perjanjian Perdamaian Antar Dua Korea hanya bersifat kosmetika?

Dikabarkan bahwa dunia menyambut baik kesepakatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Tentu banyak yang akan gembira jika benar yang dikatakan CNN kedua negara yang bermusuhan ini berniat menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Tapi dalam dokumen yang ditandatangani kedua pemimpin ini tak ada frasa  menandatangani perjanjian perdamaian tahun ini. Dokumen tersebut berjudul  " Panmunjeom Declaration for Peace, Prosperity and Unification of the Korean Peninsula" , Terkait perjanjian perdamaian hanya dinyatakan bahwa  'dalam tahun ini yang ditandai ulang tahun ke-65 genjatan senjata, Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif mengadakan pertemuan segitiga yang melibatkan dua Korea dan Amerika Serikat atau pertemuan segiempat yang melibatkan dua Korea, Amerika dan China dengan maksud menyatakan diakhirinya perang dan mengubah genjatan senjata menjadi perjanjian perdamaian...dst. Bagaimana mungkin perjanjian pe...

Nazaruddin mengaku mempunyai bukti mengenai korupsi Fahri Hamzah

Muhammad Nazaruddin mengaku mempunyai bukti mengenai korupsi Fahri Hamzah saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Nazaruddin mengemukakan akan segera menyerahkan berkas-berkas terkait  dugaan korusi tersebut ke KPK untuk diproses. Hal tersebut dikemukakan Nazaruddin setelah besaksi di sidang pengadilan tindak pidana korupsi hari ini. Mantan anggota Badan Anggaran DPR ini mengaku bahwa bukti yang dipegangnya sudah cukup untuk menarik Fahri Hamzah sebagai terdakwa di pengadilan. Namun Nazaruddin enggan menguraikan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi Fahri Hamzah, yaitu terkait dengan proyek apa. "Insya Allah bukti yang diserahkan ini cukup membuat Fahri Hamzah menjadi tersangka. Datanya akan saya serahkan dengan jelas. Posisi dia sebagai Wakil Ketua Komisi III, di mana saya menyerahkan uangnya, berapa angkanya, dia menerima yang beberapa kali. Nanti saya sampaikan ke KPK", katanya. TribunNews